DAUN MELINJO

Daun melinjo (Gnetum gnemon) tumbuh di Asia Tenggara dan daerah Melanesia. Tanaman dengan rasa agak pahit pada daun dan bijinya ini memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh, yaitu kesehatan otak, membantu pertumbuhan, mengatur suhu, menjaga kesehatan kulit, dan mencegah stroke. Daun muda, bunga, dan daging luar buah juga dapat dimakan saat dimasak dan dimakan. Tanaman ini terkenal serta sering dikonsumsi pada hidangan sup sayur di Indonesia, Filipina, Thailand, Vanuatu, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, dan Fiji.

Daun melinjo mengandung 92 kalori dan nutrisi lain, seperi misalnya mangan, tembaga, zat besi, zinc, dan potassium serta dapat dipanen di musim penghujan. Dikutip dari <https://www.jircas.go.jp/project/value_addition/Vegetables/056.html>, dalam 100 gram daun melinjo terkandung 75,1 gram air, 6,6 gram protein, 1,2 gram lemak, 9,1 gram krabohidrat,  6,8 gram serat, abu 1,3 g, fosfor 224 mg, kalsium 151 mg, zat besi 2,5 mg dan vitamin A 10889 IU. Daun melinjo baik untuk dikonsumsi untuk menjaga ketersediaan mineral dalam tubuh.

DAUN GINSENG

Daun ginseng (Panax linnaeus) adalah tanaman herba yang dipercaya untuk meningkatkan daya tahan tubuh, mencegah tumbuhnya sel kanker, menjaga kesehatan hati, dan mencegah risiko penuaan dini akibat radikal bebas. Dikutip dari (https://www.merdeka.com/jateng/6-manfaat-ginseng-jawa-untuk-kesehatan-bantu-atasi-sakit-kepala-kln.html), mengonsumsi ekstrak daun dan akar ginseng bermanfaat untuk mengobati saluran pernapasan. Daun ginseng dapat ditemukan dalam bentuk sediaan kapsul hasil enkapsulasi.

DAUN ASHITABA

Daun ashitaba (Angelica keiskei) merupakan tanaman endemik Asia yang ditemukan di Pantai Pasifik, tepatnya di Semenanjung Boso dan Pulau Izu. Daun ashitaba adalah tanaman yang telah dikenal jutaan tahun dan digunakan oleh masyarakat Jepang dan Korea sebagai obat herbal atau teh. Beberapa studi mengungkapkan bahwa daun ashitaba memiliki efek antiradang dan antioksidan sebagai penangkal antigen atau radikal bebas.

Daun tersebut dipercaya dapat menghambat pertumbuhan tumor, meredakan peradangan, mengobati ginjal, meringankan diabetes dan hipertensi, mengurangi gejala maag serta menurunkan berat badan. Tanaman herba tersebut telah ratusan tahun digunakan sebagai obat berbagai penyakit berat. Daun ashitaba sebagai obat menunjukan sifat sitotoksik, anti-diabetes, antioksidan, anti-inflamasi, antihipertensi dan antimikroba, sehingga ampuh mengobati penyakit menular seperti cacar.

DAUN NEEM

Daun neem atau daun mimba (Azadirachta indica Juss.) berasal dari dataran Asia. Tahun 1500 di Pulau Jawa, daun tanaman perdu ini dibudidaya pada sebuah kebun atau ladang. Daun ini dipercaya berkhasiat untuk kesehatan kulit. Ekstrak daun neem dimanfaatkan sebagai obat jerawat, dan dikenal juga sebagai ramuan infertilitas. Mengoleskan minyak daun neem pada kulit akan memberi efek relaksasi pada tubuh. Minyak daun ini juga digunakan sebagai bahan pada pembuatan minyak aromaterapi.

Sebuah percobaan membuktikan daun ini dapat menghambat perkembangan larva pada sebuah habitat serangga. Daun mimba mengandung senyawa flavonoid yang dapat menghambat kerusakan sel. Daun tersebut bersifat antioksidan, antiradang dan antijamur, yaitu jamur penyebab kurap kutu air, dan keputihan serta mencegah risiko penyakit kanker. Dikutip dari (https://membedah-khasiat-minyak-kutus-kutus), daun neem diduga baik untuk memelihara saraf, organ hati, dan membantu proses penyembuhan luka.

KANGKUNG

Kangkung (Ipomoea aquatica) adalah tanaman hijau yang tumbuh pada media tanam yang basah seperti sawah dan hidroponik. Kangkung tumbuh secara bertunas. Daun ini memiliki batang-batang yang berongga dan beruas-ruas.

Kangkung memiliki beberapa fakta nutrisi yang telah teruji sebagai bahan pangan, diantaranya ialah energi sebanyak 29 kalori, 3 gram protein, 0,3 gram lemak, 5,4 gram karbohidrat, 1,0 gam serat, 73 miligram kalsium, 50 gram fosfor dan 2,5 miligram zat besi. Sayur kangkung juga dapat dijadikan sumber asupan zat besi harian bagi tubuh, seperti halnya daun bayam, brokoli, saosin dan sumber klorofil lainnya.

Cara mengolah kangkung dapat dilakukan dengan cara memasaknya dengan metode direbus, ditumis, maupun disajikan secara mentah dihidangkan dengan bumbu kacang atau sambal. Biasanya, bahan pelengkap untuk memasak dengan berbagai metode di atas, misalnya yaitu cabai, bawang, garam, dan kaldu memasak. Kita dapat menemukan semua bahan yang dibutuhkan dengan mudah karena tersedia di toko sayur di seluruh pelosok desa. Daun kangkung merupakan masakan lezat dengan penuh gizi bagi masyarakat ekonomi kelas menengah ke bawah hingga menengah ke atas.

BAYAM

Daun bayam merupakan sayuran berdaun hijau yang berasal dari Persia. Dikutip dari <https://www.healthline.com/nutrition/foods/spinach>, sayuran dengan nama latin Spinacia oleracea ini memiliki fakta kandungan nutrisi yang luar biasa, mulai dari kalori, air, protein, karbohidrat, gula, serat, dan lemak. Daun ini dapat dijumpai di toko gerai-gerai sayur, pasar swalayan, dan tempat pertanian hidroponik.

Dikutip dari <https://katadata.co.id/iftitah/berita/6176255541b21/8-manfaat-sayur-bayam-untuk-kesehatan-dan-cara-memasak-yang-tepat>, dalam 100 gram daun bayam terkandung 100 kiloJoule energi, 3,4 gram kalori, 2,5 gram protein, 4,1 miligram betakarotein, 0,9 miligram vitamin B, dan 52 miligram vitamin lainnya. Oleh karena beragam nutrisinya yang lengkap untuk memenuhi kebutuhan harian tubuh bayam ini menjadi bahan pangan utama bagi masyarakat.

Tumbuhan bayam tergolong genus amaranthus terkait dengan bit dan quinoa, yakni tumbuhan dengan tingkat vitamin C rendah dengan kandungan serat yang baik. Terlebih lagi, nutrisi yang terdapat dalam daun bayam yang dianggap sangat sehat karena banyak mengandung klorofil dan antioksidan.

Rutin mengonsumsi bayam dapat bermanfaat bagi kesehatan mata, mengurangi stres oksidatif, membantu mencegah kanker, dan mengurangi tingkat tekanan darah. Ada banyak cara untuk mengonsumsi bayam. Bayam dapat direbus, dijadikan sup sayur, dan dimakan langsung menjadi salad, lalapan maupun dijus. Anda dapat membelinya secara segar dan memakannya dimasak atau mentah. Bayam sangat baik dijadikan sebagai sumber zat besi harian yang dibutuhkan oleh tubuh. Zat besi berperan penting untuk membantu pembentukan sel darah merah sehingga banyak makan bayam dapat menyehatkan badan.

Upaya Menjaga Kestabilan Harga Kebutuhan Pokok

Sejak 21 Mei 2022, pemerintah memberlakukan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO) minyak kelapa sawit. Menurut (https://pse.litbang.pertanian.co.id) di Indonesia, komoditas kelapa sawit semakin menjadi andalan ekonomi nasional dan saat ini, minyak kelapa sawit telah berkembang menjadi bagian yang paling penting di dunia.

Meski demikian, sektor kelapa sawit dinilai berperan penting dan memiliki manfaat positif bagi perekonomian nasional sehingga mengenai masalah produksi dan distribusi minyak kelapa sawit perlu perhatian lebih.

Permasalahan produksi tersebut diatur dalam kebijakan pemerintah dan peraturan DMO. Selain itu, pemberlakuan DMO dilakukan sebagai upaya menjamin ketersediaan bahan baku dan kestabilan harga minyak goreng dalam negeri. Kebutuhan minyak goreng curah dalam negeri mencapai 194.634 ton per bulan. Padahal jumlah produksi pada bulan April 2022 tercatatat sebesar 211.638,65 ton yang merupakan lebih dari kebutuhan per bulannya. (Sumber: dikutip dari Harian Kompas. Sabtu, 21 Mei 2022)

Angka surplus produsi tersebut cukup mengherankan apabila dilihat dan dibandingkan dengan harga-harga sebelumnya, harga yang beredar dimasyarakat ialah tetap tinggi.

Masih banyak permasalahan pengolahan minyak sawit dalam negeri yang belum terungkap atau diangkat ke media berita. Pasalnya, minyak sawit yang dikenal dengan nama dagang minyak goreng ini dianggap barang primer pada tingkatan kebutuhan masyarakat. Padahal, penetapan harga produsen mengacu pada kajian BPKP (Badan Keuangan dan Pembangunan).

Kebutuhan pokok sembako satu ini dibandrol oleh pengecer yang relatif tinggi dengan harga yang melonjak 2.500 rupiah. Kemudian, harganya naik kembali sebesar 4.000 – 4.890 rupiah. Sementara, harapan sebenarnya harga kebutuhan ini ialah murah dan stabil berkisar pada harga ideal, yaitu berkisar antara Rp. 14.000,- ke bawah, namun kenyataannya terjadi kenaikan yang terus terjadi membuat harga eceran minyak goreng per liter terbilang mahal, yaitu sekitar 17.000 rupiah lalu 20.000 hingga harga akhir kini yang dibandrol dengan harga 24 ribu rupiah per liter di semua jenis pasar swalayan maupun warung dan toko kelontong. Sedangkan, kekuatan atau ketahanannya bergantung pada keamanan penyimpanannya dan tidak terlalu lama dilihat dari komposisi dan zat gizi yang terkandung didalamnya.

Sementara itu, angka statistik stok mencapai sebesar lima ribu enam ratus delapan puluh tiga ton dan total produksi sebesar 12.212 ton. Permasalahan tentang besarnya jumlah penyediaan dalam negeri ini terjadi pada Januari hingga Maret 2022. Sebab permintaan pasar juga mendorong agar terpenuhi, hal ini mengacu pada stok persediaan sebelumnya yang juga ternilai banyak, yaitu 4.129 ton di tahun 2021. Dimana, jumlah total produksi minyak ini ialah sebesar 51.300 ton dengan total ekspor sebesar 33.674 ton dan total konsumsi dalam negeri tercatat sebesar 18.422 ton. Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, ke depannya pelaksanaan ekspro akan diawasi ketat dan terintegrasi Bersama, sehingga produsen minyak sawit yang tidak memenuhi kewajiban dalam mekanisme peraturan DMO akan dikenakan sanksi. Oleh karenanya peraturan tentang ekspor CPO (Crude Palm Oil) sekaligus pencabutan larangan ekspor CPO dan sejumlah turunannya tengah disusun. (Sumber: dikutip dari Harian Kompas. Sabtu, 21 Mei 2022)

Menurut Ahmad Tauhid, alokasi 10 juta ton minyak goreng kebijakan DMO sangat memungkinkan untuk diterapkan dengan pengawasan ketat dan jumlah tersebut lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan domestik. Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance tersebut menegaskan efektifitas penetapan harga bahan baku minyak goreng di level produsen oleh pemerintah yang juga telah menjadi bagian kebijakan DMO. Jika distribusi dilepaskan ke mekanisme pasar, potensi lonjakan harga minyak goreng tidak bisa dihindari. Terlebih, jaringan distribusi terutama minyak goreng curah, tidak serapi jaringan distribusi minyak goreng kemasan, tungkasnya. (Sumber: dikutip dari Harian Kompas. Sabtu, 21 Mei 2022)

Permasalahan mahalnya komoditas sawit ini dapat terjadi karena rantai produksi yang panjang, proses distribusi bahan mentah yang rumit, dan penyediaan bahan mentahnya yang masih diupayakan di Pulau Sumatera yang beribukota Medan. Serta, proses penanganan bahan di Pulau Kalimantan dengan ibu kota Palangkaraya yang belum sepenuhnya menjadi produk jadi.

Siasat yang disarankan dan dapat dilakukan ialah pembelian bahan baku skala besar dengan jeriken atau seperti yang dilakukan para distbutor misalnya penyediaan bahan sebesar 10 ton yang terdiri dari 8 ton untuk produsen dan 2 ton untuk persediaan. Tujuan penyediaan ini adalah menjaga kestabilan harga, mengurangi biaya distribusi, mengantisipasi kekosongan penyediaan di pasar dan lain sebagainya. Prosuksi yang surplus dengan kekosongan stok penyediaan juga dapat berkaitan erat dengan rumitnya manajemen transportasi minyak goreng kelapa sawit hasil pengolahan atau penyaringan.

Selain itu, terdapat pula preferensi masyarakat kreatif yang lebih menyukai minyak nabati lainnya. Selain minyak kelapa sawit, terdapat kesukan masyarakat yang mengonsumsi dan memproduksi sendiri minyak kelapa murni atau minyak dari santan kelapa yang disebut VCO (Virgin Coconut Oil) yang lebih dikenal dengan nama dagang minyak kletik karena prosesnya disebut dikletik yaitu proses pengadukan terus menerus dengan batang pengaduk /spatula di dalam katel di atas tunggu dengan api.

Itu adalah preferensi penggunaan lainnya yang dapat membuat seseorang terpengaruh atau menjadi bahan pertimbangan mereka dalam berbelanja. Terdapat sumber kolestrol atau lemak lainnya misalnya margarin nabati yang terfortifikasi vitamin dan mentega butter yang terbuat dari lemak hewani. Serta, shortening nabati yang terbuat dari jagung dan lemak babi (non halal) yang disebut lard.

Pengalaman Saya Bekerja di Startup

Saya mempunyai cerita mengenai bekerja di startup. Lingkungan kerja di startup bisa bermacam-macam, terkadang cocok dan terkadang tidak.

Pertama saya mempunyai pengalaman bekerja sebagai Programmer Junior Website di perusahaan e-commerce kecil. Perusahaan ini sangat berusaha keras untuk berkembang. Karena programmer kelas menengah dan senior sangat sibuk dengan pekerjaan mereka, sebagai junior saya susah untuk mengejar ilmu pemrograman yang sedang digunakan dan harus mempelajarinya sendiri. Terkadang saya buntu saat diberi pekerjaan oleh programmer kelas menengah dan senior. Jadi daripada saya tidak mengerjakan apa-apa saya membantu mengurus blog yang perusahaan, dan website profil perusahaan. Di startup ini saya tidak berkembang sebagai programmer tetapi saya mempelajari banyak hal mengenai bisnis, desain dan marketing. Ini adalah pelajaran yang tidak mudah diberikan oleh perusahaan lain. Satu hal yang saya ingat dan berharga adalah membangun merk adalah biaya yang paling besar dalam membangun perusahaan.

Kedua saya mempunyai pengalaman di startup yang tidak terkenal tapi tidak juga kecil yaitu di salah satu perusahaan finance pinjaman online. Saya berusaha dengan keras untuk mengikuti standard dan ekspektasi perusahaan tetapi tidak semudah itu. Para lead dan programmer lain juga sangat bersaing, karena performa saya yang dikatakan buruk bagi mereka saya diberikan pilihan kembali sebagai junior programmer atau pindah perusahaan. Saya memilih pindah dikarenakan perusahaan ini tidak bisa melihat potensi karyawannya, yang bisa mereka lihat adalah KPI yang tidak relevan dan juga teknologi yang kaku. Di dalam perusahaan ini hanya menggunakan core pythton Django dan jquery untuk corenya. Dan saat itu mobile apps nya hanya Android.

Ketiga adalah pengalaman saya di startup yang terbaik. Saya bekerja di sistem pengorderan makanan secara online yang menggunakan Artificial Intelligent untuk analytics berbasis di Singapore. Saya join ke perusahaan ini dikarenakan saya ingin tahu banyak mengenai AI dan mengimplementasikannya. Setelah join di awal, saya diberikan waktu untuk bertransisi di perusahaan, mengerjakan pekerjaan yang lebih simpel di awal untuk CMS. Di sini saya sangat nyaman bekerja sebagai mid level programmer. Setelah tiga bulan mengerjakan CMS di awal, saya mengerjakan aplikasi web yang merupakan salah satu inti aplikasi yang mereka kembangkan. Disinilah saya mendapatkan pengalaman mengimplementasikan AI melalu rest API. Implementasi AI mirip seperti API lainnya, tetapi lebih banyak validasi di dalam data yang dikirim dan diterima agar hasilnya sesuai dengan yang diinginkan oleh kustomer. Di dalam perusahaan ini saya pernah juga bekerja secara lembur, tetapi tetap ada hari penggantinya dan cutinya benar-benar bisa digunakan kapan saja, sangat profesional dan pengertian terhadap karyawan-karyawannya. Begitulah pengalaman saya bekerja di perusahaan startup. Terima kasih.

Prolog

Kehidupan di Planet Mars

Frei adalah ilmuwan antariksa Indonesia lulusan Institut ­Tekno Bandung, dia bekerja di LPA (Lembaga Pengamatan Antariksa). Frei dan timnya di LPA meneliti tentang kehidupan mars, dia percaya bahwa ada makhluk hidup disana. LPA juga berencana membuat kompleks tempat tinggal di Mars. Setelah mempunyai pesawat ulang alik yang dapat mendarat di Mars yang pembuatannya dibantu oleh anak-anak SMK, Frei dan kawan-kawan menjelajah ke planet Mars. Sesampainya di Mars Tim Frei berjalan-jalan menyusuri Mars. Tetapi saat timnya sedang berjalan Frei jatuh terperosok ke lubang yang menghubungkan permukaan planet yang gersang dengan kehidupan di bawah permukaan planet Mars.

Terjebak di Surga

Nama saya adalah Steiner, saya tinggal di Negara Irlandia, tepatnya di kota Dublin. Saya sedang menjalani sekolah di Dublin High School. Kegiatan sekolah kami sama seperti rata-rata sekolah di seluruh dunia dan saya cukup senang bersekolah disini. Sampai pada suatu hari papa tiba-tiba memindahkan saya ke sekolah Pribadi di suatu daerah yang bernama Clare. Terpaksa saya berpisah dengan sahabat dan teman-teman di Dublin, mereka cukup kaget dengan kepindahan saya yang tiba-tiba. Saat saya sampai di Clare saya kaget karena melihat keadaan alam yang sangat berbeda dengan di Dublin , yang penuh dengan gedung dan perumahan. Disini terlihat sangat jarang gedung yang ada hanyalah hamparan padang rumput dan pepohonan yang beragam. Di perjalanan menuju sekolah baru saya hanya melihat pemandangan alami yang jarang saya lihat. Sesampainya di sekolah baru, saya dikagetkan kembali, sekolah ini bangunannya sangat tua, seperti kastil yang berubah fungsi menjadi sekolah. Di dalam sekolah Pribadi ini terdapat asrama untuk laki-laki dan perempuan, Fasilitasnya sangat lengkap, dari ruang belajar, ruang makan bersama, tempat fitness dan berenang serta lapangan bola, dan ruang membaca yang terbagi menjadi dua belajar dan bersantai. Di ruang membaca belajar kami tidak boleh ribut tetapi di bagian yang bersantai kami diperbolehkan untuk mengobrol satu sama lain murid dan guru. Setelah sampai disana saya langsung ke kamar di asrama, saya merapihkan barang-barang yang saya bawa seperti buku, alat tulis, gadget, baju-baju dan keperluan kamar seperti bantal, selimut, alarm dan lampu kamar dari rumah saya di Dublin. Setelah saya merapihkan kamar tiba-tiba ada seseorang yang masuk ke kamar. “Hai, kamu anggota baru disini?” Saya memandanginya, sepertinya kami itu seumur, tetapi dia bersikap jauh lebih dewasa dan pakaiannya sangat rapih. Dia bernama John.. “Betul, salam kenal nama saya Steiner.”. John memberikan tur disekitar fasilitas sekolah Victorica ini sebagaimana perintah pembimbing kelas Pak Rodrick. Setelah tur saya merasa cukup terkesan dengan sekolah ini, terasa seperti berada di kerajaan.

Keesokan harinya saya mulai mengikuti pelajaran. “Kenalkan anggota baru di sekolah ini, Steiner “. Pak Rodrick mempersilahkan saya untuk duduk, saya memilih tempat duduk di sebelah John. Semua terlihat serius mengikuti pelajaran, berbeda dengan sekolah sebelumnya yang saya ikuti suasana kelas terasa lebih santai. Cara mengajarnya pun berbeda, disini Pak Rodrick mengajarkannya lebih cepat dimengerti. Saya cukup bingung kenapa papa memindahkan saya ke sekolah ini. Akhirnya jam belajar telah usai kami berkumpul untuk makan siang, di perjalanan menuju ruang makan terlihat teman sekelas saya yang belum saya kenal menyapa.. “Hai Steiner, nama saya Irvin, bagaimana menurutmu perempuan di kelas kita, cantik-cantik bukan?” Saya tertawa “Saya setuju denganmu Irvin, haha. Apakah kamu suka seseorang di kelas?” Irvin terlihat kaget mendengar pertanyaan saya. “Kita bahas itu nanti, perkenalkan sahabatku Tanya!” “Hai Steiner, sudah terbiasakah dengan sekolah ini?” saya memandanginya, Tanya adalah perempuan yang sangat cantik berambut panjang dan bertubuh langsing. “Hai Tanya, senang berkenalan denganmu. Sepertinya saya sedang menyesuaikan dengan keadaan sekolah ini.” Kita berempat saling mengobrol dan tertawa sampai di ruang makan. Di ruang makan kami berbincang-bincang perbedaan sekolah ini dan tugas tambahan yang akan datang, akhirnya kami setuju untuk menjadi satu kelompok di tugas kedepan.

Setelah makan siang kami memutuskan untuk bersantai di ruang baca untuk membahas keadaan penduduk di sekitar yang bekerjasama dengan sekolah dalam riset mengenai pertanian, pertambanan, dan kelautan. Mereka lebih senang memakai teknologi konvensional dibandingkan yang modern.

Setelah mengobrol-ngobrol dengan mereka saya kembali ke kamar dan bermain game di komputer.

Hari ini adalah hari pelajaran lingkungan, dan akhirnya saya, John, Irvin dan Tanya diberikan tugas untuk membantu para petani yang bekerjasama dengan sekolah untuk merawat tanamannya. Sepulang sekolah kami langsung bergegas menuju rumah petani tersebut, kami berjalan kaki menyusuri jalan tanah yang sedikit lembab karena habis hujan. Wangi rumput basah tercium sepanjang jalan, matahari yang sedikit tertutup awan membuat udara terasa dingin dan pohon-pohon yang tinggi meneduhi langkah kami. Rumah petani tersebut sudah terlihat, terbuat dari kayu, cukup besar, dan memiliki cerobong asap. Tanya mengetuk pintunya “Halo, ada orang di dalam?” “Iya? Siapa disana?” Sahut dari dalam rumah. “Saya Tanya, dan teman-teman saya dari akademi Victorica.” “Tunggu sebentar” sahutnya. Pintu dibuka dan terlihat sosok perempuan yang cantik, tidak terlalu tua, terlihat sekitar dua puluh tahun. “Silahkan masuk, saya baru melihat kalian.” “Terima kasih, kami baru mendapatkan pelajaran ini. Kami kelas dua sekarang.” Tanya menjelaskan. Lalu kami semua masuk dan duduk di ruang tamu. Terlihat rumahnya sangat rapih dan bersih, walaupun terlihat klasik. “Ada yang bisa kami bantu untuk merawat tanaman? Sebelumnya maaf, nama kakak siapa?” Tanya John. “Nama saya Paper anak dari pemilik rumah ini, kalian boleh memberikan pupuk hari ini di taman. Bolehkah saya tahu nama kalian?” tanya Paper. “Saya John, disebelah kiri saya Steiner dan Irvin, disebelah kanan saya Tanya. Baik kami akan mengerjakannya, bagaimana cara memberi pupuknya?” John bertanya kepada Paper. “Paper menjelaskan. “Lalu pupuknya kami ambil dimana?” Saya bertanya. “Di ladang ada kakak saya yang sedang memberi pupuk juga, silahkan minta kepadanya.” Paper menjelaskan. Akhirnya kami langsung ke ladang dan membantu kakaknya Paper memberikan pupuk ke tanaman ketnang, jagung, dan ubi. Karena banyak sekali, kami pun lelah dan beristirahat di rumah Paper sesudahnya. Kami diberikan masakkan yang sangat enak buatan Paper. “Silahkan dimakan, ini bentuk terima kasih dari saya.” Steak barbekyu dengan saus jamur yang masih segar dan jagung dan kentang hasil panen musim lalu yang porsinya sangat banyak membuat kami langsung melahap makanan yang enak ini. “Jamurnya enak sekali” Tanya memberikan komentar. “Itu dari petani sebelah, kami baru saja menukarnya dengan kentang dan jagung hasil panen musim lalu yang porsinya sangat banyak membuat kami langsung melahap makanan yang enak ini. “Jamurnya enak sekali” Tanya memberikan komentar. “Itu dari petani sebelah, kami baru saja menukarnya dengan kentang dan jagung hasil panen kami.” Paper menjelaskan. Paper tidak makan, dia hanya minum teh hangat dan melihat kami makan. Setelah selesai makan kami berterima kasih kepada Paper untuk makanannya yang sangat lezat. Kami tidak akan bosan membantu Paper dan keluarganya karena masakan sangatlah enak. Kami berpamitan dan langsung kembali ke asrama untuk memberikan laporan hasil kegiatan hari ini. Saat mengumpulkan laporan saya melihat perempuan yang cantik yang membuat hati saya berdebar-debar. “Steiner, kamu suka perempuan itu ?” Tanya memergoki saya yang sedang melihat kepada perempuan itu. “Hmm, biasa saja” Saya bingung harus jawab apa. “Irglova! Kenalkan teman baru saya, namanya Steiner!” “Hai Steiner! Kamu murid baru ya? Saya baru pertama kali melihatmu.” Irglova langsung menyapa saya dan saya pun langsung gugup “Hahaha, iya.. senang berkenalan denganmu Irglova!” Saya sangat senang karena dapat langsung berbicara dengan Irglova. “Terima kasih Tanya” dalam hati saya bergumam. Irglova adalah perempuan berambut panjang yang mungil tetapi sangat lucu. :Apakah kamu sudah ikut perkumpulan ekstrakulikuler?” Irglova bertanya. “Belum, saya belum tau apa saja perkumpulan yang ada.” Saya berpikir akan sangat bagus jika saya dan Irglova satu ekstrakulikuler. “Bagaimana dengan grup fotografi? Saya sangat menganjurkannya loh, karena grup ini sering berjalan-jalan mencari tempat-tempat yang bagus bagus untuk difoto.” Irglova tersenyum. “Boleh juga, tapi saya tidak mempunyai kamera proffesional seperti SLR, saya senang dan ingin bergabung sebenernya.” Kamu boleh pinjam kamera punyaku kok,yang penting daftar dulu di grup fotografi ya!” Irglova terlihat meyakinkan. Saya pun langsung setuju dan mendaftar, ternyata dia adalah sekertaris grup tersebut. “Aduhh, yang langsung akrab!” sindir Tanya. Saya langsung tertawa, karena senang. Irglova terlihat biasa saja, untung dia belum menyadari bahwa saya menyukainya. Setelah mengumpulkan laporan kami berpisah. “Traktir saya karena sudah memperkenalkan kamu dengan Irglova, Steiner!” Tanya tertawa licik. “Oke, akan saya traktir cemilan saja ya!” Saya tidak keberatan karena sudah dapat berkenalan dengan Irglova.

Beberapa hari kemudian disaat selesai kelas Irglova datang ke kelas untuk keperluan sesuatu dengan Tanya. Saya mengamati dari jauh, betapa lucunya Irglova. Tiba-tiba dia berjalan menghampiri sambil tersenyum. “Steiner, nanti malam kita akan berburu foto di pantai, kamu ikut ya?” Irglova sepertinya mengajak saya. “Baik sepertinya seru! Kita berkumpul dimana?” Saya menanggapi. “Di luar gerbang sekolah jam tujuh malam yah!” Irglova terlihat bersemangat. “Oke, sampai jumpa disana!” Saya, John, Irvin dan Tanya makan siang bersama seperti biasanya dan sorenya kami memutuskan untuk berenang, menyegarkan pikiran kami kembali. Saat berenang saya baru menyadari Kalau Irvin itu menyukai Tanya karena Irvin selalu berada di dekat Tanya dan selalu perhatian kepadanya. Saya dan John berenang serius ementara mereka sedang bercanda. “John, mari kita lihat siapa yang lebih cepat berenangnya!” Tantang saya. “Pasti saya lebih cepat!” John mengintimidasi. “Baik mari kita buktikan, gaya bebas!” Lanjut saya. “Baik! Mulai dari, tiga dua, satu.. Go!!” Saya dan John langsung meluncur, saya kerahkan tenaga semaksimal mungkin tetapi sepertinya John lebih cepat dari saya. Setelah sampai di ujung kolam saya berteriak “Sampai!” dan melihat John yang dengan santainya sudah berdiri lebih dahulu disebelah saya. “Sial, cepat sekali John!” Dia tertawa dan meninggalkan saya sambil berkata “Latihan lagi jika ingin mengalahkanku!” Berenang akhirnya selesai, saya langsung bersiap-siap untuk pergi bersama IRglova. Saya menggunakan Jaket, sepatu, celana panjang dan membawa senter. “Sudah jam 7!” saya melihat kearah jam. Saya langsung turun dan keluar dari sekolah, disana sudah terlihat sekumpulan orang membawa kamera. Saya mencari Irglova, lagi-lagi saya terpesona saat melihatnya, dia memakai jaket berbulu, topi dan membawa kamera yang cukup besar lensanya. “Hai Irglova! Apakah semua sudah siap?” Saya bertanya. “Belum semua datang, kita sedang menunggu dua orang lagi, lebih baik kita absen dahulu.” Akhirnya kita semua absen dan dua orang tadi pun sudah datang. Kami segera berangkat berjalan kaki menuju pantai. Dinginnya malan dan suasana yang gelap agak menyeramkan, sebenarnya saya takut tetapi saya bersikap berani karena Irglova disebelah saya. Cuaca terlihat cerah kami dapat melihat bintang dan bulan diperjalanan. “Sudah berapa lama kamu mengikuti kegiatan ini Irglova?” saya bertanya. “Sudah satu tahun.” Jawabnya. “Apa yang menarik dari kegiatan fotografi ini?” saya penasaran. “Nanti kamu akan tahu sesampai disana!” Jalan mulai menanjak dan sudah mulai terlihat hamparan rumput pendek yang dapat ditempati. “Kita berhenti disana kan? Tampaknya jalannya buntu.” Saya bertanya kepada Irglova. “Iya disana, tempat kita berburu foto malam ini.” Sesampainya disana saya cukup kaget karena tempat ini adalah tebing, saya ingat sebelumnya bahwa Irglova mengajak saya ke pantai bukan tebing, ternyata dibawah tebing ini suara ombak lautan terdengar menabrak tebing. Karena cahaya bulan, ombak terlihat dan laut memantulkan cahaya bulan dan bintang-bintang, sungguh indah. Terlihat di ujung kanan ada mercusuar dan di kejauhan terlihat perahu nelayan yang sedang menginap di lautan. Kami berkumpul dan Irglova memberikan pengumuman. “Kita sudah sampai disini, mari kita masing-masing ambil objek yang menari untuk di foto mulai sekarang!” Semuanya langsung mengambil posisi dan siap-siap memfoto objek favoritnya. Saya menunggu Irglova mengambil gambar karena saya tidak membawa kamera. Saya amati IRglova sedang fokus pada horizon di lautan, yang memantulkan cahaya bintang dan terlihat perahu juga disana. “Ckrek!” bunyi kamera Irglova, saya langsung menghampirinya dan melihat hasilnya di layar kamera. Sungguh indah, bintang-bintang dan bulan beserta pantulannya di lautan terlihat dengan jelas bertaburan. “Wah indah sekali” saya berkomentar dan Irglova hanya tersenyum. “Sekarang giliranmu Steiner” Irglova memberikan kameranya kepada saya. Saya ingin cukup memerhatikan mercusuar dari awal, maka dari itu saya langsung mengambil gambarnya “Ckrek!” Irglova langsung menghampiri saya dan melihat hasilnya. “Hahaha” dia tertawa karena melihat gambar yang saya ambil buram, dia lupa mengajarkan saya untuk memutar lensa agar fokusnya pas, saya jadi malu. “Putar lensanya secara perlahan sampai terlihat dengan jelas objek yang ingin kamu foto.” Irglova menjelaskan. Saya mencobanya, ternyata sulit juga fotografi itu. Saya fokuskan kepada mercusuar, kali ini perahu nelayan terlihat dengan jelas dan cahaya bulan tepat di atasnya. Saya fokuskan kepada objek-objek tersebut dan “Ckrek!” kamera berbunyi lagi dan Irglova menghampiri saya lagi. Kali ini dia terlihat mengamati gambar yang saya ambil. “Indah sekali, mercusuar, kapal, cahaya bulan dan bintang ada di gambar ini! Bolehkah saya nanti mencetaknya, saya akan taruh di kamar sebagai salah satu pajangan.” Irglova tampak senang. “Boleh sekali! Saya sangat senang jika kamu suka dengan foto ini Irglova! Ini berkat kamu mengajari saya fotografi.” Karena saya sangat senang, tidak sengaja saya memegang bahunya untuk beberapa saat. Saat saya menyadarinya saya langsung malu dan melihat ekspresi Irglova yang takutnya marah kepada saya. Tetapi Irglova hanya tersenyum saja yang membuat saya semakin bahagia. Tidak lama saya langsung lebih akrab lagi dengan Irglova, sepertinya dia mengetahui bahwa saya menyukainya. Karena saat pertama kali sampai sekarang saya memandangi dia dengan cara yang berbeda. Dan anehnya lagi Irglova menghabiskan waktunya di pantai lebih banyak dengan saya dibandingkan dengan anggota lainnya. Sepertinya kami mempunyai getaran-getaran saat bersama. Akhirnya kami semua pulang, saya dan Irglova tanpa disadari bergandengan tangan karena sudah larut malam. Dalam pkiran saya saya berkata “Saya tidak tahu mengapa saya tiba-tiba pindah ke kota kecil clare, tetapi banyak hal yang lebih menyenangkan dibandingkan saya tinggal di kota dublin, teman yang lebih akrab, alam yang indah, dan menemukan seseorang yang saya suka dan dapat menghabiskan waktu bersama-sama seperti saat ini. Seperti terjebak di surga!”