Kategori: Teknologi

  • Era Vibe Coding

    Saat ini AI sudah sangat canggih, sudah dapat membantu programmer dalam membuat aplikasi dengan prompting. Koding yang dihasilkan oleh AI juga cepat terkoneksi dengan API dan database. Walaupun AI sudah dapat membuat koding dengan cepat, detail dari aplikasi yang dibuat juga harus diperhatikan oleh programmer contoh seperti keamanan API, koneksi database, dan flow aplikasinya itu sendiri. Setelah saya mencoba menggunakan v0.dev saya pikir masih ada harapan untuk para programmer untuk tetap bertahan beberapa tahun kedepan karena programmer tetap dibutuhkan untuk:
    – memerikas ulang koding ✔️
    – memastikan tidak ada bug ✔️
    – memastikan tidak ada celah keamanan ✔️
    – memberikan prompting / vibe coding itu sendiri ✔️

    Kesimpulan yang saya dapat sekarang adalah era vibe coding mempercepat pembuatan MVP / minimum viable product, selanjutnya harus dilakukan fine tuning untuk kodingannya oleh programmer itu sendiri.

  • Programmer

    Programmer adalah salah satu bidang IT yang khusus membuat aplikasi atau perangkat lunak komputer. Bagi yang sekolah di SMK lebih dikenal sebagai jurusan Rekayasa Perangkat Lunak. Untuk belajar lebih lanjut menjadi programmer yang dibutuhkan adalah latihan algoritma, penguasaan sistem operasi komputer (Windows, MacOS, Linux) pilih salah satu, lalu belajar bahasa pemrograman seperti (PHP, Python, Java, Javascript).

    Bagi kalian yang baru-baru ini ingin menjadi programmer dapat latihan pemrograman dasar dari Android / iOS anda.

    Silahkan download aplikasi Mimo pada smartphone anda

    Setelah terbiasa dengan algoritma dan dasar memprogram, anda dapat latihan lebih lanjut di

    1. Codeacademy
    2. Hackerrank

    Latihanlah selama beberapa bulan, lalu jika sudah dipahami lanjutkan membuat Project yang anda inginkan:

    • Website
    • Mobile Application
    • Server Side
  • Pengenalan Dunia IT Profesional

    Saat ini hampir semua orang mengenal dunia IT, semenjak smartphone android dan ios digunakan kebanyakan orang semuanya dapat mengakses infrastruktur IT yang dibuat oleh pembuat aplikasi. Di dalam dunia IT terdapat berbagai bidang dari desain, programmer, network, database, artificial intelligence, data science, dan masih banyak lagi. Untuk yang tertarik mengenal IT lebih dalam atau ingin berkarir di dalam dunia IT dapat menonton video-video di bawah ini:

    Bagi yang tertarik untuk menjadi programmer mari kita pahami apa itu algoritma, mari kita simak di video di bawah ini…

    Bagi yang tertarik untuk menjadi desainer mari kita pahami mockup, mari kita simak di video di bawah ini…

    Bagi yang tertarik untuk menjadi network administrator, mari kita simak video LAN, MAN, WAN di bawah ini…

    Bagi yang tertarik untuk menjadi database engineer, mari kita simak pengenalan MySQL di bawah ini…

    Bagi yang tertarik untuk menjadi video editor, photo editor, content writer mari kita simak pengenalan dunia Multimedia di bawah ini:

    Untuk melanjutkan mempelajari dunia IT silahkan pilih bidang-bidang yang anda inginkan:

    • Programmer
    • Desainer
    • Multimedia
    • Network Administrator
    • Database Administrator
  • Tutorial Export Video Yang Telah Selesai di Edit di Adobe Premiere Pro

    Mengexport video dari Premiere Pro dengan codec yang paling efisien dan tidak memakan banyak storage tapi tidak mengurangi kualitas video tidak lah rumit. Berikut ini adalah cara nya.

    1. Mark In & Mark Out

    Tujuan dari langkah ini adalah menentukan bagian yang ingin anda export.

    Letakkan pin pada posisi yang ingin anda jadikan untuk awal video, dan klik “Mark In”.

    Letakkan pin pada posisi yang anda inginkan untuk akhir video, lalu klik “Mark Out”.

    2. Buka Export Window

    Untuk membuka export window di premiere pro, klik File -> Export -> Media. Atau kamu juga bisa menekan “Crtl + M” di keyboard.

    Tampilan export window.

    3. Mengatur Source Range

    Pilih “Sequence In/Out” pada “Source Range”. Maka bagian yang anda Mark In & Mark Out sebelumnya sudah di pilih sekarang.

    4. Sequence Settings (Format and Preset)

    Pilih H.264 pada format, karena itu adalah codec paling efisien sejauh ini yang saya tahu, kualitas hasil video yang tinggi dan memiliki banyak pilihan untuk memenuhi persyaratan dari berbagai platform seperti Youtube, Facebook, dan lain-lain.

    Pilih YouTube 1080p Full HD jika anda menginginkan hasil seperti video di YouTube dengan resolusi 1080p, tapi itupun tergantung dari kualitas video aslinya.

    5. Output Name & File Location

    Ubah nama file video nya, dan pilih lokasi ke file yang ingin anda simpan.

    6. Langkah Terakhir (Exporting Video)

    Klik export, maka semua setting yang telah anda pilih tadi akan di terapkan dan proses exporting dimulai.

    Persentase & estimasi waktu dari proses export, cepat atau lambat proses ini tergantung dari durasi video, banyaknya efek pada proses editing & spesifikasi komputer anda sendiri.

  • Bagaimana cara redirect ke halaman utama menggunakan vue.js + nuxt.js

    Saya memiliki masalah untuk redirect halaman di vue dari login ke halman utama. Saya coba menggunakan this.$router.push('/'); sebelumnya dan mendapatkan error, dan terkadang tidak redirect, lalu saya mencoba menggunakan code ini this.$router.replace( { path: '/', force: true } ) Saya tetap tidak bisa redirect ke halaman utama dari halaman login. Lalu saya berpikir jika menggunakan fungsi bawaan javascript window.location.href mungkin akan bisa. Lalu saya mencobanya dan menemukan solusi dibawah ini.

    window.location.href = window.location.origin; Setelah menggunakan code di atas tidak ada error dan dapat redirect dari login ke home dengan mulus. Ini adalah salah satu cara yang dapat dilakukan untuk redirect ke halaman home dari halaman mana pun di vue.js + nuxt.